Apabila kita secara rutin mengukur suhu
basal tubuh kita tiap siklus, kemudian di masa subur
kita sudah melakukan hubungan pasutri. Lalu selang beberapa
minggu, di BBT Chart kita terlihat adanya pola Triphasic
Chart, boleh jadi pembuahan sudah terjadi.
APAKAH TRIPHASIC CHART ITU?
Pada BBT Chart yang normal, biasanya cuma ada kenaikan
suhu tubuh dalam satu fase saja. Terjadinya sehari setelah
kita berovulasi.
Apabila pembuahan tidak terjadi, menjelang menstruasi
berikutnya, suhu basal tubuh kita akan perlahan-lahan
turun kembali.
Triphasic Chart: berarti dalam satu BBT Chart, ada 3
kelompok suhu basal tubuh kita.
| 1. |
Yang pertama dimulai saat kita mengalami menstruasi,
di mana suhu basal tubuh kita biasanya rendah. |
| 2. |
Yang kedua, terjadi setelah adanya ovulasi. |
| 3. |
Terakhir, apabila terjadi kehamilan, maka di hari
ke-7 sampai ke-10 setelah ovulasi, suhu basal tubuh
kita akan mengalami kenaikan lagi*. |
Untuk contohnya, lihat gambar di bawah ini:

Dari diagram di atas, dapat kita lihat ada dua kali
kenaikan suhu basal tubuh.
Yang pertama terjadi di hari siklus ke-15 (lingkaran
A).
Di hari ke-16, ovulasi terjadi. Hal ini didukung dengan
tanda-tanda yang didapatkan dari Cervical Fluid yang
berupa Egg-White (E).
Kenaikan suhu basal tubuh yang kedua (lingkaran B),
terjadi di hari siklus ke-23 (atau hari ke-8 setelah
terjadinya ovulasi).
Dan suhu basal tubuh ini tetap bertahan di atas, lebih
tinggi daripada kenaikan suhu basal tubuh yang kedua
(antara hari ke-16 dan ke-22).

*Catatan:
Harap diingat, tidak semua BBT Chart yang membentuk
Triphasic Chart berarti kehamilan telah terjadi. Karena
banyak faktor yang dapat mempengaruhi kenaikan suhu
basal tubuh.
Namun, tidak ada salahnya kalau BBT Chart kita menunjukkan
pola Triphasic, kita melakukan Home Pregnancy Test,
apalagi kalau suhu tubuh kita tetap di atas selama minimal
18 hari.

Bahan:
- Fertility
Friend
- Just
Mommies |